8 Banjir Besar Jakarta, Begini Kedahsyatannya
1996
Banjir Jakarta pada 1996 menjadi bencana nasional setelah merendam hampir seluruh wilayah Ibu Kota. Curah hujan tercatat sampai 300 mm/hari. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai 7 meter. Kawasan di pinggir Kali Ciliwung seperti Kampung Melayu dan Bidara Cina termasuk yang paling parah terendam. Banjir pada kurun 9-11 Februari ini menyebabkan 20 orang tewas dan 30.000 orang lainnya terpaksa mengungsi.
2002
Hujan deras dari 27 Januari hingga 1 Februari 2002 menyebabkan banjir besar di ibu kota. Ribuan warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terendam. Banjir juga menyebabkan jantung kota lumpuh karena jalan protokol terendam. Data BPPD DKI menyebutkan, 42 kecamatan dan 168 kelurahan tergenang. Korban jiwa mencapai 25 orang.

2007
Banjir besar kembali melanda Jakarta setelah hujan deras mengguyur selama berhari-hari. Puncaknya pada awal Februari, banjir merendam sekitar 60 persen lebih wilayah Jakarta. Pusat bisnis lumpuh, lalu lintas terputus, dan sekolah diliburkan. Banjir juga menyebabkan gardu listrik terpaksa dimatikan. Hal ini berdampak pada ratusan jadwal penerbangan domestik dan internasional yang terpaksa dibatalkan. Selama empat hari, Jakarta lumpuh total. Lebih dari 300 ribu orang mengungsi dan 80 orang tewas. Kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai Rp4,3 triliun.
2013
Jakarta dinyatakan darurat setelah banjir besar menggenangi hampir seluruh wilayah. Kejadian ini mirip peristiwa banjir 2007. Ribuan orang terpaksa mengungsi karena rumah-rumah mereka terendam. Selain curah hujan tinggi, banjir diperparah sistem drainase yang buruk ditambah jebolnya tanggul beberapa sungai. Lebih dari 33.500 warga terpaksa mengungsi. Data BPBD DKI, sekitar 20 orang meninggal dunia. Kerugian akibat banjir diperkirakan Rp20 triliun.
2015
Sebanyak 52 titik di lima wilayah Jakarta terendam banjir. Kawasan terparah antara lain Kampung Melayu, Bidara Cina, Kelapa Gading, Mangga Dua, dan Grogol. Banjir juga merendam Bundaran HI, Jalan Thamrin, hingga Medan Merdeka Barat. Akibat banjir, beberapa perjalanan KA Commuter Jabodetabek terhambat karena genangan air melanda Stasiun Jakarta Kota, Sudirman, dan Kampung Bandan. Banjir tersebut juga membuat delapan koridor Transjakarta berhenti beroperasi. Tak hanya itu, banjir turut mengenangi Balai Kota Jakarta dan Istana Merdeka. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp15 triliun.
Editor: Zen Teguh