8 Banjir Besar Jakarta, Begini Kedahsyatannya
JAKARTA, iNews.id - Hujan deras di kawasan Bogor dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir memicu luapan Sungai Ciliwung. Kondisi ini memicu banjir di sejumlah wilayah Jakarta. Pantauan pada Senin (5/2/2018), banjir kiriman dari Bogor membuat beberapa titik tergenang, antara lain Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Diperkirakan 11 wilayah yang diprediksi berpotensi mengalami banjir terparah, yakni, Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.
"Dengan status Siaga 1 Bendung Katulampa, warga di sekitar Sungai Ciliwung diimbau untuk waspada," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (5/2/2018).
Dalam sejarahnya, banjir tak pernah hilang dari Jakarta. Berbagai literatur menyebutkan, pada masa lampau banjir pernah terjadi pada 1621, 1872, 1878, 1909, 1918, 1923, 1932, dan 1959. Bahkan pada abad ke-5 ketika Jakarta berada di bawah kekuasaan Kerajaan Tarumanagara, wilayah ini telah kerap terendam banjir saat puncak musim hujan. Tulisan di Prasasti Tugu yang ditemukan di Jakarta Utara pada 1878 menjadi bukti otentik bahwa Jakarta sudah mengalami banjir sejak dahulu kala.
Seiring perkembangan zaman, banjir tak lagi karena semata faktor alam, namun juga dipicu kerusakan lingkungan dan pengelolaan kota seperti drainase yang buruk dan makin tergerusnya daerah resapan akibat laju pembangunan.