Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Zelensky Minta Keanggotaan Tetap Rusia di Dewan Keamanan PBB Dicabut, Tak Paham Sejarah?

Rabu, 06 April 2022 - 08:25:00 WIB
Zelensky Minta Keanggotaan Tetap Rusia di Dewan Keamanan PBB Dicabut, Tak Paham Sejarah?
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mencabut keanggotaan tetap Rusia. Pilihan lainnya, dia meminta agar sistem PBB direformasi sehingga organisasi itu betul-betul bisa dimanfaatkan untuk menciptakan perdamaian.

“Sekarang kami membutuhkan keputusan dari Dewan Keamanan untuk perdamaian di Ukraina,” kata Zelensky kepada Dewan Keamanan PBB, Selasa (5/4/2022), seperti dikutip kantor berita Sputnik

“Jika Anda tidak tahu bagaimana membuat keputusan ini, Anda dapat melakukan dua hal: menyingkirkan Rusia sebagai agresor dan sumber perang sehingga tidak dapat memblokir keputusan tentang agresinya sendiri dan kemudian melakukan segala yang dapat kami lakukan untuk membangun perdamaian; atau untuk menunjukkan bagaimana kita dapat mereformasi (sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan bekerja untuk perdamaian,” ujarnya.

Zelensky pun menyarankan kepada Dewan Keamanan PBB untuk membubarkan diri jika tak mampu memberikan solusi untuk situasi di Ukraina saat ini.

Ini bukan kali pertama Zelensky mempermasalahkan keberadaan Rusia selaku anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Sebelumnya, dia juga meminta agar Moskow dikecualikan dari dewan tersebut.

Oleh beberapa kalangan, permintaan Zelensky tersebut dianggap sebagai bukti atas dangkalnya pemahaman presiden Ukraina itu tentang sejarah politik dunia.

Untuk diketahui, Dewan Keamanan PBB dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip pemahaman internasional setelah Perang Dunia II. Dewan itu dibentuk oleh negara-negara yang berhasil mengalahkan fasisme, termasuk Rusia.

Semasa Perang Dunia II, tentara Uni Soviet berhasil merebut Berlin, ibu kota Jerman yang ketika itu menjadi pusat kubu Nazi. Sementara, negara yang menjadi representasi terbesar Uni Soviet di masa sekarang adalah Rusia. 

Peran Rusia di Dewan Keamanan PBB dibutuhkan dalam keseimbangan internasional dan menjaga perdamaian serta stabilitas. “Bayangkan jika tidak ada Rusia dan China di Dewan Keamanan PBB, berapa banyak perang dan intervensi (oleh Barat) yang akan terjadi?” kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Bashar Jaafari, awal Maret lalu.

Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah di Donbas, yang memisahkan diri dari Ukraina.

Para pejabat Rusia mengatakan, tujuan operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina. Mereka mengklaim warga sipil tidak dalam bahaya akibat operasi itu.

Menanggapi tindakan militer Rusia tersebut, negara-negara Barat meluncurkan kampanye sanksi yang komprehensif terhadap Moskow.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut