Warganya Ditakut-Takuti Suara Hantu Pakai Sound Horeg, Kamboja Laporkan Thailand ke PBB
Laporan ke PBB: Pelanggaran HAM Berat
Mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengecam keras tindakan itu dan menilai praktik tersebut melanggar HAM. Melalui akun Facebook-nya, Hun Sen mengungkapkan bahwa Kamboja telah mengirim surat resmi ke Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Türk, tertanggal 11 Oktober.
Dalam surat itu, pemerintah Kamboja menuduh militer Thailand melakukan intimidasi psikologis terhadap warga sipil di wilayah perbatasan dan melanggar semangat gencatan senjata yang disepakati ASEAN.
“Tindakan seperti ini tidak hanya tidak manusiawi, tapi juga mempermalukan hubungan baik antarnegara ASEAN,” tulis Hun Sen.
Latar Belakang Konflik: Gencatan Senjata Rapuh
Konflik perbatasan Thailand-Kamboja sempat memuncak pada Juli lalu, dengan kedua negara saling serang menggunakan artileri dan pesawat tempur. Pertempuran itu menewaskan sedikitnya 38 orang dari kedua pihak sebelum akhirnya gencatan senjata difasilitasi oleh Malaysia selaku pemimpin ASEAN.
Meski pertempuran telah berhenti, situasi di lapangan masih tegang. Sejumlah warga Kamboja yang tinggal dekat garis demarkasi melaporkan gangguan suara keras dari arah Thailand setiap malam.