Warga Gaza Trauma Diserang Israel Lagi: Saya Kira Perang Telah Berakhir!
“Ini kejahatan. Entah ada gencatan senjata atau perang, tidak mungkin keduanya. Anak-anak tidak bisa tidur. Mereka mengira perang sudah berakhir,” kata Khadija kepada Al Jazeera, dikutip Kamis (30/10/2025).
Dia menuturkan, selama beberapa hari terakhir warga mulai berani keluar rumah, mencari bahan makanan, dan berusaha melanjutkan hidup. Namun serangan Israel kembali menghancurkan harapan itu.
“Kami kira perang sudah selesai. Kami mulai bernapas kembali, tapi bom-bom itu datang lagi. Sekarang anak-anak saya ketakutan setiap mendengar suara keras,” tuturnya.
Pelanggaran Gencatan Senjata dan Trauma Kolektif
Pemerintah daerah Gaza menuduh Israel melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku. Serangan demi serangan, kata mereka, menunjukkan bahwa Israel tidak serius menghormati kesepakatan damai.
Para psikolog di Gaza memperingatkan bahwa dampak serangan berulang ini bisa menimbulkan trauma kolektif yang mendalam, terutama pada anak-anak. Banyak di antara mereka mengalami gangguan tidur, mimpi buruk, dan ketakutan berkepanjangan.