Wabah Influenza di Jepang Terburuk dalam 25 Tahun, Turis Diimbau Tunda Perjalanan
Ketua Asosiasi Medis Prefektur Okayama, Matsuyama Masaharu mengatakan pusat pelayanan kesehatan mulai merasakan dampak jumlah pasien yang meroket. Jika situasi pasien yang dirawat memburuk, maka bisa berujung pada krisis.
Produsen obat generik, Sawai Pharmaceutical mengumumkan bakal menghentikan sementara disrtibusi obat anti-virus flu Oseltamivir karena kekurangan produksi.
Padahal berdasarkan data Kementerian Kesehatan Jepang, Oseltamivir menyumbang sekitar 25 persen dari seluruh pasokan obat anti-influenza di Negeri Sakura.
Asisten direktur Rumah Sakit Maharat Nakhon Ratchasima Thailand, Dr Jade Boonyawongwiroj mengimbau warga berhati-hati saat berlibur ke Jepang. Para turis diminta menunda perjalanan.
Dia menyoroti beberapa wilayah di Tokyo memiliki tingkat infeksi yang tinggi. "Beberapa rumah sakit menolak menerima pasien yang kondisinya tidak serius," ujar Boonyawongwiroj, dikutip dari The Nation.