Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Vatikan Undang Perempuan Rusia Bawa Salib saat Jumat Agung, Ukraina Kesal

Rabu, 13 April 2022 - 18:27:00 WIB
Vatikan Undang Perempuan Rusia Bawa Salib saat Jumat Agung, Ukraina Kesal
Ukraina kesal lantaran Vatikan mengundang Rusia untuk membawa salib saat prosesi Jumat Agung yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus. (Foto: AP Photo)
Advertisement . Scroll to see content

ROMA, iNews.id - Ukraina kesal lantaran Vatikan mengundang Rusia untuk membawa salib saat prosesi Jumat Agung yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus. Rekan dekat Paus pun memberikan pembelaan. 

Pada Selasa (12/4/2022) lalu, duta besar Ukraina untuk Takhta Suci dan uskup agung Kiev mengecam keputusan Vatikan yang meminta seorang perempuan Rusia dan Ukraina memikul salib bersama selama prosesi Jumat Agung di Roma. Kecaman tersebut terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina. 

Kedua perempuan tersebut merupakan perawat yang bekerja bersama di sebuah rumah sakit Roma. Prosesi obor di Colosseum Roma maruakan bagian tradisional dari perayaan Pekan Suci Vatikan.

Duta Besar Ukraina, Andrii Yurash mentweet, dia memahami dan berbagi keprihatinan umum di Ukraina dan banyak komunitas lain tentang ide untuk menyatukan perempuan Ukraina dan Rusia untuk memikul salib dalam prosesi Jumat Agung. 

“Sekarang kami sedang menangani masalah ini mencoba menjelaskan kesulitan realisasinya dan kemungkinan konsekuensinya,” kata duta besar.

Uskup Agung Sviatoslav Shevchuk, yang berbasis di Kiev dan mengepalai gereja Katolik-Yunani di Ukraina, juga mengecam pasangan itu.

“Saya menganggap ide ini tidak tepat dan ambigu. Keputusan itu tidak mempertimbangkan konteks agresi militer Rusia terhadap Ukraina,” kata Shevchuk. 

Sayangnya, Vatikan belum berkomentar atas masalah ini. Paus tidak menyebutkan kontroversi selama audiensi publiknya pada Rabu. Namun dia mengecam agresi bersenjata akhir-akhir ini sebagai “kemarahan terhadap Tuhan.”

Francis telah mendesak untuk gencatan senjata Paskah di Ukraina. Paskah jatuh pada tanggal 17 April bagi banyak orang Kristen tahun ini.

Menanggapi kritik tersebut, Pdt. Antonio Spadaro, seorang imam Yesus di Roma yang dekat dengan Fransiskus, membela pasangan perempuan Rusia dan Ukraina untuk prosesi yang khidmat.

“Anda harus memahami satu hal, tentang paus. Dia seorang pendeta, bukan politisi," kata Spadaro kepada jaringan radio pemerintah Italia, RAI, Rabu (13/4/2022). 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut