Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Paris Diserang Suhu Panas Ekstrem, Pasien RS Melonjak Tajam!
Advertisement . Scroll to see content

Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:52:00 WIB
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Ilustrasi anak kepanasan di Paris. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Secara nasional, kunjungan ke instalasi gawat darurat akibat gangguan kesehatan yang berkaitan dengan suhu panas juga meningkat hingga empat kali lipat. Lonjakan pasien membuat sejumlah rumah sakit di Paris mulai mendekati kapasitas maksimal.

Prefek Kepolisian Paris, Patrice Faure, mengatakan fasilitas kesehatan kini menghadapi tekanan besar akibat terus bertambahnya pasien yang membutuhkan perawatan.

"Kami mulai mencapai titik jenuh di fasilitas rumah sakit. Jumlah pasien yang dirawat terus meningkat," kata Faure, dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2026).

Gelombang panas kali ini menjadi salah satu yang paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Sebanyak 58 wilayah di Prancis telah ditetapkan dalam status siaga merah, sementara 31 wilayah lainnya berada dalam status siaga oranye.

Pemerintah Prancis juga mengambil sejumlah langkah darurat untuk melindungi masyarakat, termasuk membatasi aktivitas luar ruangan serta melarang penjualan dan konsumsi minuman beralkohol di ruang publik di Paris mulai Jumat.

Fenomena cuaca ekstrem ini turut membangkitkan kembali ingatan akan gelombang panas tahun 2003 yang menewaskan sekitar 15.000 orang di Prancis. Saat itu, rumah sakit dan layanan darurat kewalahan menghadapi lonjakan pasien akibat suhu yang sangat tinggi.

Para ilmuwan menyebut gelombang panas yang melanda Eropa saat ini dipicu oleh kombinasi fenomena heat dome dan dampak perubahan iklim. Mereka memperingatkan bahwa cuaca panas ekstrem diperkirakan akan menjadi lebih sering terjadi dan semakin intens apabila emisi gas rumah kaca terus meningkat.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut