Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Paris Diserang Suhu Panas Ekstrem, Pasien RS Melonjak Tajam!
Advertisement . Scroll to see content

Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:52:00 WIB
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Ilustrasi anak kepanasan di Paris. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id – Suhu panas ekstrem yang melanda Prancis memakan korban jiwa. Sedikitnya tiga anak dilaporkan meninggal dunia dalam insiden terpisah yang diduga berkaitan dengan suhu udara yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius di wilayah Paris dan sekitarnya.

Salah satu korban merupakan balita berusia tiga tahun yang ditemukan meninggal di dalam mobil keluarganya di pinggiran Paris. Menurut pihak kejaksaan setempat, anak tersebut diduga terjebak di dalam kendaraan saat suhu udara di luar mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Dua anak lainnya juga dilaporkan meninggal dalam kejadian serupa di Prancis pada pekan yang sama. Otoritas masih menyelidiki detail masing-masing kasus, namun seluruh insiden terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Prancis.

Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, cuaca panas yang berkepanjangan juga berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Data dari Kementerian Kesehatan Prancis menunjukkan jumlah kasus henti jantung (cardiac arrest) di Paris melonjak tajam.

Dalam periode 24 jam pada Rabu (24/6), tercatat 25 kasus henti jantung, meningkat drastis dibandingkan kondisi normal yang biasanya kurang dari 10 kasus per hari.

Secara nasional, kunjungan ke instalasi gawat darurat akibat gangguan kesehatan yang berkaitan dengan suhu panas juga meningkat hingga empat kali lipat. Lonjakan pasien membuat sejumlah rumah sakit di Paris mulai mendekati kapasitas maksimal.

Prefek Kepolisian Paris, Patrice Faure, mengatakan fasilitas kesehatan kini menghadapi tekanan besar akibat terus bertambahnya pasien yang membutuhkan perawatan.

"Kami mulai mencapai titik jenuh di fasilitas rumah sakit. Jumlah pasien yang dirawat terus meningkat," kata Faure, dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2026).

Gelombang panas kali ini menjadi salah satu yang paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Sebanyak 58 wilayah di Prancis telah ditetapkan dalam status siaga merah, sementara 31 wilayah lainnya berada dalam status siaga oranye.

Pemerintah Prancis juga mengambil sejumlah langkah darurat untuk melindungi masyarakat, termasuk membatasi aktivitas luar ruangan serta melarang penjualan dan konsumsi minuman beralkohol di ruang publik di Paris mulai Jumat.

Fenomena cuaca ekstrem ini turut membangkitkan kembali ingatan akan gelombang panas tahun 2003 yang menewaskan sekitar 15.000 orang di Prancis. Saat itu, rumah sakit dan layanan darurat kewalahan menghadapi lonjakan pasien akibat suhu yang sangat tinggi.

Para ilmuwan menyebut gelombang panas yang melanda Eropa saat ini dipicu oleh kombinasi fenomena heat dome dan dampak perubahan iklim. Mereka memperingatkan bahwa cuaca panas ekstrem diperkirakan akan menjadi lebih sering terjadi dan semakin intens apabila emisi gas rumah kaca terus meningkat.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut