Tanggapan Santai Rusia Setelah Menguji Coba Rudal Bertenaga Nuklir Burevestnik
MOSKOW, iNews.id - Rusia menguji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik dengan tujuan untuk memastikan efektivitas dan keandalan senjata-senjatanya. Pernyataan ini disampaikan unuk mengomentari derasnya kecaman dari dunia internasional terkait uji coba senjata mematikan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu (26/10/2025) mengumumkan keberhasilan uji coba rudal Burevestnik, menjangkau target sejauh 14.000 km. Uji coba dilakukan pada Selasa pekan lalu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova mengatakan, uji coba persenjataan lazim dilakukan guna mengukur kemampuannya.
"Sinyal dalam kasus seperti ini biasanya sama. Rusia secara sistematis melakukan berbagai langkah untuk menjaga efektivitas dan keandalan pasukan serta aset pencegahan strategis nasional," ujar Zakharova, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (31/10/2025).
Putin Semringah Uji Coba Rudal Burevestnik Sukses, Perintahkan Segera Kirim ke Militer
Rusia, lanjut dia, terpaksa mengembangkan sistem senjata bertenaga nuklir seperti Burevestnik karena tuntutan.
Sementara itu Uni Eropa menyebut uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik sebagai ancaman bagi blok tersebut.
Rusia Uji Coba Rudal Jelajah Burevestnik Bertenaga Nuklir, Jangkau Target 14.000 Km
Juru Bicara Komisi Eropa Anna-Kaisa Itkonen mengatakan uji coba tersebut tidak menuju ke arah yang sesuai dengan tujuannya.
"Mengenai rudal bertenaga nuklir Rusia, kita juga telah mengetahui pengumumannya, yang jelas-jelas tidak menuju ke arah yang benar. Ini adalah negara yang sedang berperang dan sedang melancarkan perang agresi ilegal dan tidak beralasan terhadap Ukraina. Jadi, jika rudal itu benar-benar bertenaga nuklir, rudal ini juga bisa melepaskan bahan radioaktif," ujarnya.
Dia menegaskan Rusia telah memilih jalan yang keliru, bukannya mengupayakan perdamaian, tapi justru terus meningkatkan eskalasi melalui tindakan dan retorika.
Itkonen menambahkan uji coba senjata yang dilakukan Rusia secara keseluruhan merupakan ancaman bagi keamanan Uni Eropa.
Putin menyebut rudal Burevestnik telah lolos uji coba terakhir dan menyebutnya sebagai senjata unik.
Editor: Anton Suhartono