MAE SAM LAEP, iNews.id – Tujuh orang yang melarikan diri dari serangan udara militerMyanmar diizinkan menyeberang ke desa perbatasan Thailand, Selasa (30/3/2021). Di desa itu, mereka mendapat perawatan medis.
Sementara, sejumlah besar pelarian Myanmar lainnya diminta pihak berwenang Thailand untuk kembali ke tempat asal mereka.
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Para aktivis menuduh Thailand sengaja mendorong mundur ribuan orang Myanmar yang mencoba melarikan diri dari tindakan keras junta militer terhadap para penentang kudeta 1 Februari lalu. Apalagi, Pemerintah Thailand memang memiliki hubungan baik dengan penguasa Myanmar.
Akan tetapi, otoritas Thailand membantah tuduhan para aktivis itu.
Korban Tewas Demonstrasi Myanmar Tembus 500 Orang, Militer Gunakan Senjata Kaliber Besar
Seorang pejabat kesehatan di Desa Mae Sam Laep, Thailand, mengatakan bahwa orang-orang Myanmar yang tiba dengan perahu melintasi Sungai Salween—yang menjadi batas kedua negara—berasal dari etnik Karen. Para pengungsi itu dalam kondisi terluka akibat kekerasan yang melanda kampung halaman mereka.
Akan tetapi, tentara Thailand mengirim kembali sebagian besar dari pengungsi itu ke Myanmar karena menganggap situasi di perbatasan masih aman, kata pejabat itu—yang berbicara secara anonim kepada Reuters.