Profil Saif Al Islam, Putra Diktator Muammar Khadafi yang Maju Pilpres Libya
Saif Al Islam dipenjara selama hampir 6 tahun. Pengadilan menjatuhkan hukuman mati melalui sidang in absentia di Tripoli meskipun dia tak juga dieksekusi.
Dia diduga mengalami penyiksaan berat selama di penjara. Beberapa foto yang dirilis menunjukkan Saif Al Islam kehilangan jari. Selain itu dia tampak kehilangan gigi bagian depan saat masa awal penahanannya.
Selain pemerintah Libya, Saif Al Islam juga dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam menangani unjuk rasa kubu oposisi pada 2011.
Lahir pada 25 Juni 1972, dia memainkan peran kunci dalam pemulihan hubungan Libya dengan Barat antara tahun 2000 dan pemberontakan 2011.
Pria yang selalu tampil tegar itu memiliki hubungan dekat dengan Barat. Sebagai kepala badan amal keluarga Khadafi dan pemegang dana Otoritas Investasi Libya (LIA), dia memiliki akses untuk menggunakan sejumlah besar uang negara yang digunakan untuk memperlancar hubungan dengan Barat.