“Kehadiran NYPD (Polisi New York) di lingkungan kita membahayakan seluruh komunitas kita. Polisi bersenjata yang memasuki kampus kita menempatkan mahasiswa dan semua orang di kampus dalam risiko,” kata asosiasi itu dalam pernyataannya.
“Kami menganggap pimpinan Universitas bertanggung jawab atas kesalahan penilaian yang menyebabkan kita sampai pada titik ini. Rektor Universitas, staf seniornya, dan Dewan Pengawas akan bertanggung jawab atas segala cedera yang mungkin terjadi selama tindakan polisi di kampus kami,” bunyi rilis itu lagi.
Sejumlah demonstrasi pro Palestina muncul di kampus-kampus AS dalam beberapa hari terakhir. Mereka menyuarakan perlawanan atas dukungan militer, keuangan, dan diplomatik AS terhadap operasi Israel di Gaza—yang telah menyebabkan kematian lebih dari 34.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 77.000 orang lainnya.
Menurut media AS, lebih dari 900 orang, yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan juga pihak lain, telah ditangkap di berbagai kampus universitas dan perguruan tinggi di AS dalam gelombang aksi protes itu. Beberapa mahasiswa telah diskors dari sekolah tempat mereka kuliah.
Editor: Ahmad Islamy Jamil