Ratusan Orang Gelar Aksi Dukung Palestina di Kampus Universitas George Washington AS
Dia mengatakan, para mahasiswa yang berdemo sama sekali tidak menimbulkan bahaya di kampus itu. Karenanya, dia meminta polisi untuk mundur.
Tuntutan para pendemo
Para pengunjuk rasa menyuarakan tiga tuntutannya kepada Universitas Columbia. Yang pertama adalah divestasi atau pelepasan saham dari perusahaan-perusahaan yang mendukung Pemerintah Israel. Berikutnya, mereka meminta adanya transparansi yang lebih besar dalam pengelolaan keuangan universitas. Sementara tuntutan yang ketiga yaitu meminta pihak kampus memberikan amnesti (pengampunan) bagi mahasiswa dan dosen yang terkena hukuman disiplin akibat aksi unjuk rasa tersebut.
Israel Ketar-ketir, Demonstrasi Pro-Palestina Menjalar ke Kampus-Kampus Ternama AS
Sebelumnya, Shafik mengatakan, kampus yang dia pimpin tidak akan melakukan divestasi keuangan di Israel. Sebaliknya, dia menawarkan investasi di bidang kesehatan dan pendidikan di Gaza dan menjadikan investasi langsung Universitas Columbia lebih transparan.
Dalam suratnya yang dirilis pada Selasa, Shafik mengatakan para pengunjuk rasa yang menduduki Hamilton Hall telah merusak properti universitas dan melakukan pelanggaran. Dia juga menyebut para pengunjuk rasa di perkemahan harus dihentikan karena melakukan pelanggaran. Pihak universitas telah memperingatkan bahwa mahasiswa yang mengambil bagian dalam aksi pendudukan Hamilton Hall akan dikeluarkan dari perguruan tinggi itu.
Aksi menduduki gedung kampus itu dimulai pada Senin malam, ketika para pengunjuk rasa memecahkan jendela dan menyerbu masuk. Mereka lalu membentangkan spanduk bertuliskan “Hind’s Hall” yang mendeklarasikan bahwa mereka mengganti nama gedung tersebut untuk seorang anak Palestina berusia 6 tahun yang dibunuh di Gaza oleh militer Israel.