Perempuan Pembunuh Berdarah Dingin Dibebaskan dalam Kesepakatan Damai Afghanistan-Taliban
Salah satu dari korban tewas diracun, sedangkan satu lainnya meregang nyawa terkena bom yang dipasang di bawah bangku mobil.
"Saya ditangkap karena pembunuhan, penculikan, dan bekerja sama dengan jaringan Haqqani," kata Muzghan dalam video yang dibuat sebelum dia dibebaskan seperti yang dikutip dari Aljazeera, Minggu (22/11/2020).
Kesampingkan aturan, Taliban pakai jasa perempuan sebagai eksekutor
Dalam menjalankan operasi teror, Taliban jarang sekali memakai 'jasa' seorang perempuan sebagai eksekutor. Alasannya, kultur konservatif penduduk Afghanistan yang melarang perempuan beraktivitas di luar ruangan serta tampil dengan pakaian tertutup.
Seringkali, perempuan yang melanggar aturan tersebut dituduh melakukan perzinaan yang berakibat hukuman fisik sampai eksekusi mati.
Dari lebih 5.000 tahanan Taliban yang dibebaskan atas kesepakatan pertukaran tahanan yang dibuat pemberontak dan pemerintah Afghanistan sebagai syarat pembicaraan damai lima diantaranya adalah perempuan.
Editor: Arif Budiwinarto