Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Menurutnya, eskalasi konflik di Selat Hormuz maupun sanksi tambahan terhadap ekspor minyak Iran dapat memperketat sentimen pasar dan meningkatkan premi risiko.
Dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN di Filipina, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memastikan pihaknya membuka peluang penyelesaian perang melalui jalur diplomatik.
"Amerika Serikat ingin mencapai penyelesaian diplomatik. Kami ingin mencapai kesepakatan jika hal itu memungkinkan dengan Iran," kata Rubio kepada wartawan.
Namun, dia menilai Iran belum menunjukkan keseriusan untuk mengakhiri perang. Menurutnya, Teheran telah melanggar komitmen dalam nota kesepahaman yang disepakati bulan lalu hanya dalam waktu dua pekan.
Di tengah memanasnya konflik, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan embargo terhadap kapal-kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan Arab Saudi.
Embargo tersebut dikhawatirkan mengganggu ekspor minyak Arab Saudi yang selama ini dialihkan ke Laut Merah imbas gangguan distribusi di Selat Hormuz. Kondisi ini semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan dari Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir. Investor juga terus mencermati perkembangan konflik yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global.
Editor: Aditya Pratama