Pengamat Sebut Netanyahu Geser Perang ke Lebanon karena Gagal di Gaza
Arikat menegaskan, Israel hanya bermimpi bisa menduduki Lebanon. Pasalnya, ini bukan perang pertama. Berdasarkan pengalaman pada perang sebelumnya, Israel selalu bisa diusir dari Lebanon. Oleh karena itu Arikat menilai pembicaraan mengenai upaya Israel menduduki Lebanon merupakan hal bodoh.
"Karena mereka telah mencoba sebelumnya. Israel menduduki Lebanon untuk waktu yang sangat lama kemudian diusir keluar pada 2000, sebagian besar oleh perlawanan kelompok Hizbullah," ujarnya.
Arikat menambahkan, Amerika Serikat (AS) juga gagal mendesak Israel untuk mau menyepakati gencatan senjata di Gaza. Padahal AS memiliki pengaruh besar terhadap Israel, namun posisi itu tetap tak bisa diandalkan.
“Dalam kemitraan ini, Amerika adalah mitra senior. Mereka adalah pihak yang memasok senjata, (memberi) lampu hijau, dan perlindungan di PBB,” kata Arikat, seraya menambahkan di sisi lain AS telah gagal menggunakan pengaruhnya terhadap Israel.
Namun dia menilai adalah hal wajar bagi AS memiliki kebijakan ganda kepada Israel, di samping menyerukan de-eskalasi, di sisi lain membelanya.