Pengadilan Bolehkan Pemeluk Yahudi Ibadah di Masjid Al Aqsa, Israel di Ambang Perang Antaragama
"Saya kira harus berhati-hati selama periode sensitif ini. Kita tidak boleh, dengan tangan sendiri, menyebabkan perang agama di sini atau segala macam provokasi yang bisa membakar Timur Tengah," katanya, kepada radio Kan.
Politikus dari partai anggota koalisi pemerintah itu memperkirakan Bennett akan menunggu sampai malam untuk memutuskan rute terakhir pawai bendera guna mencegah konflik semaksimal mungkin.
Pawai bendera digelar untuk merayakan penaklukan Israel atas Kota Tua dalam perang Timur Tengah 1967. Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, tindakan yang tidak diakui secara internasional. Palestina juga memilih Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depannya.
Bentrokan pecah di Yerusalem Timur sejak tahun lalu, termasuk di Masjid Al Aqsa, memicu perang di Gaza pada Mei 2021 yang menewaskan sedikitnya 250 warga Palestina dan 13 orang Israel.
Setelah berbulan-bulan tenang, ketegangan meningkat lagi dalam beberapa pekan terakhir. Puluhan warga Palestina tewas akibat serangan polisi Zionis dan pemukim Yahudi.
Sementara itu pejabat senior Jihad Islam di Jalur Gaza, Khaled Al Batsh, mengatakan melanjutkan pawai bendera sama saja memberikan pesan perang melawan Palestina.
"Rakyat Palestina akan menghadapi pawai bendera dan gerakan perlawanan akan melakukan semua yang harus dilakukan untuk melindungi Masjid Al Aqsa dan tempat-tempat suci," kata Batsh.
Editor: Anton Suhartono