Pengacara: Para Aktivis GSF Disiksa Pasukan Israel, Luka Patah Tulang
ISTANBUL, iNews.id - Para aktivis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan mengalami luka parah hingga patah tulang rusuk akibat penyiksaan yang dilakukan pasukan Israel selama penahanan. Beberapa aktivis bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami kekerasan fisik.
Sebanyak 430 aktivis dari lebih 40 negara ditahan di penjara pelabuhan Ashdod setelah kapal-kapal mereka dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 400 kilometer dari Gaza, pada Senin lalu. Penahanan itu memicu kecaman luas dari berbagai organisasi HAM internasional.
Kelompok advokasi HAM sekaligus tim pengacara para aktivis, Adalah, mengungkap para tahanan mengalami penyiksaan berupa setrum listrik, pelecehan fisik, hingga tekanan psikologis selama berada dalam tahanan Israel.
“Setidaknya tiga aktivis dirawat di rumah sakit akibat luka serius, sementara puluhan menderita patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas akibat kekerasan selama penahanan,” demikian pernyataan Adalah, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (21/5/2026).
Tim hukum Adalah juga mengumpulkan kesaksian serta dokumentasi terkait penggunaan sengatan listrik berulang kali terhadap para aktivis GSF. Selain itu, mereka mendokumentasikan laporan mengenai perlakuan tidak manusiawi saat para aktivis dipindahkan menuju Pelabuhan Ashdod.
Para aktivis dipaksa berjalan sambil membungkuk dan berlutut dalam waktu lama dalam posisi yang menyakitkan dan memalukan. Perlakuan itu disebut sebagai bagian dari intimidasi terhadap peserta misi kemanusiaan internasional tersebut.
Tidak hanya itu, otoritas Israel juga dilaporkan memaksa aktivis Muslimah melepas jilbab mereka selama penahanan berlangsung.
Rencananya, para aktivis akan dihadirkan ke pengadilan atau otoritas terkait pada Kamis (21/5/2026) untuk peninjauan status penahanan sebelum dideportasi ke negara masing-masing.
Sebelumnya, Adalah menuduh otoritas Israel menjalankan kebijakan kriminal berupa penyiksaan dan penghinaan terhadap tahanan. Tuduhan itu muncul setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir membagikan video perlakuan tak manusiawi terhadap para aktivis.
Dalam video tersebut, para aktivis terlihat berlutut dengan tangan terikat di belakang serta wajah menghadap ke lantai sambil diperdengarkan lagu kebangsaan Israel.
GSF merupakan misi kemanusiaan internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan ke Gaza. Pada akhir April lalu, tentara Israel juga menyerang kapal-kapal armada GSF gelombang pertama di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani. Konvoi tersebut terdiri atas 345 peserta dari 39 negara.
Editor: Anton Suhartono