ROMA, iNews.id - Pemimpin Katolik Dunia, Paus Fransiskus menegaskan Gereja Katolik terbuka bagi semua orang. Kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) bisa bergabung dengan kegiatan gereja tapi dengan aturan yang berlaku.
"Gereja terbuka untuk semua orang tetapi ada hukum yang mengatur kehidupan di dalam gereja," kata Paus Fransiskus, Minggu (6/8/2023) seperti dikutip dari Reuters.
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Kelompok LGBT tidak bisa mengambil bagian di beberapa bagian ibadah umat Katolik.
"Menurut peraturan, mereka tidak bisa mengambil bagian dalam (beberapa) sakramen. Ini tidak berarti bahwa gereja itu tertutup. Setiap orang mengalami Tuhan dengan caranya sendiri di dalam Gereja," kata Paus Fransiskus di Roma usai melakukan perjalanan dari Portugal.
Paus Fransiskus Desak Rusia dan Ukraina Lanjutkan Kesepakatan Laut Hitam
Para pelayan gereja, menurut Paus Fransiskus, harus mendampingi semua orang dengan kesabaran dan cinta seorang ibu.
Gereja tidak mengizinkan pernikahan sesama jenis atau bahkan berkat untuk pasangan sesama jenis. Namun, Paus Fransiskus mendukung aturan hukum kepada pasangan sesama jenis dalam seperti pensiun, asuransi kesehatan, dan warisan.
Marah Alquran Dibakar, Paus Fransiskus: Saya Muak dengan Tindakan Ini!
"Jika seseorang menjadi gay dan mencari Tuhan dan punya niat baik, siapa aku berhak menilai mereka?" katanya pada 2013.
Paus Fransiskus telah mendorong serangkaian reformasi sejak 10 tahun yang lalu, termasuk memberikan peran lebih banyak kepada perempuan, terutama dalam posisi Vatikan tingkat tinggi. Namun, dia menghadapi kendala saat mempertemukan kaum konservatif dengan kaum liberal.
Paus Fransiskus Marah Alquran Dibakar
Editor: Muhammad Fida Ul Haq