Palestina Kutuk Kosovo karena Buka Kedutaan untuk Israel di Yerusalem
YERUSALEM, iNews.id – Palestina mengutuk Kosovo karena membuka kantor kedutaan untuk Israel di Yerusalem. Kosovo menjadi negara mayoritas Muslim pertama di dunia yang mengakui kota tua yang disengketakan itu sebagai ibu kota Israel.
Kosovo secara resmi membuka kedutaannya pada Minggu (14/3/2021). Langkah itu sebagai imbalan untuk pengakuan Israel atas kemerdekaan yang dideklarasikan negara bekas Yugoslavia itu pada 2008, setelah perang dengan Serbia pada dekade 1990-an.
Palestina—yang mengklaim bagian timur Yerusalem sebagai ibu kota mereka di masa depan—mengkritik keras Kosovo atas tindakan tersebut. “Itu adalah pelanggaran hukum internasional,” ujar Nabil Abu Rudeineh selaku juru bicara Presiden Palestina, Mahmud Abbas, seperti dikutip kantor berita resmi Wafa.
Kelompok Hamas yang mengontrol Jalur Gaza yang diblokade Israel juga mengecam Kosovo. Entitas politik itu menuduh Kosovo melakukan bias “yang mengerikan” terhadap Israel.
Susul AS, Guinea Khatulistiwa Akan Pindahkan Kedubes di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem
Turki juga mengkritik pembukaan kedutaan Kosovo di Yerusalem pada Minggu lalu.
Penampakan Kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem Diselimuti Salju
Pada Senin (15/3/2021) kemarin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Dhaifallah Ali al-Fayez mengatakan, setiap langkah untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah tidak sah dan batal demi efek hukum.
Serbia menolak mengakui kemerdekaan Kosovo yang notabene bekas provinsinya di masa lalu. Meski kemerdekaannya kini telah diakui oleh sebagian besar negara di Dunia Barat, penolakan terhadap Kosovo oleh sekutu utama Serbia, yakni Rusia dan China, membuat negara kecil itu tidak dapat masuk ke PBB.
Editor: Ahmad Islamy Jamil