Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertama Kali, Israel Klaim Kuasai Sebagian Besar Tepi Barat 
Advertisement . Scroll to see content

Palestina Kutuk Israel soal Klaim Sepihak Kuasai Tepi Barat

Senin, 16 Februari 2026 - 13:00:00 WIB
Palestina Kutuk Israel soal Klaim Sepihak Kuasai Tepi Barat
Palestina mengutuk keras Israel atas klaim sepihak telah menguasai sebagian besar kawasan Tepi Barat. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

YERUSALEM, iNews.id - Palestina mengutuk keras Israel atas klaim sepihak telah menguasai sebagian besar kawasan Tepi Barat. Hal ini setelah pemerintah zionis menyetujui proposal untuk mendaftarkan sebagian besar wilayah tersebut sebagai "milik negara".

Hal ini dilakukan Israel dengan alasan memperketat kendali atas Tepi Barat yang diduduki dan mempermudah para pemukim untuk membeli tanah, sebuah langkah yang disebut Palestina sebagai "aneksasi de facto".

"Aneksasi de facto wilayah Palestina yang diduduki dan deklarasi dimulainya rencana aneksasi yang bertujuan untuk memperkuat pendudukan melalui aktivitas pemukiman ilegal," bunyi keterangan Kepresidenan Palestina dilansir dari Reuters, Senin (16/2/2026).

Seperti diketahui, wilayah Tepi Barat termasuk di antara wilayah yang diinginkan Palestina untuk negara merdeka di masa depan. Sebagian besar wilayah tersebut berada di bawah kendali militer Israel, dengan pemerintahan mandiri Palestina yang terbatas di beberapa daerah yang dikelola oleh Otoritas Palestina yang didukung Barat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang akan menghadapi pemilihan umum akhir tahun ini, menganggap pembentukan negara Palestina mana pun sebagai ancaman keamanan.

Koalisi pemerintahannya, yang memiliki basis pemilih yang besar di pemukiman, mencakup banyak anggota yang menginginkan Israel untuk mencaplok Tepi Barat. Wilayah itu disebut dirampas dalam perang Timur Tengah 1967 dan diklaim Israel memiliki ikatan alkitabiah dan historis.

Stasiun televisi Israel, KAN, melaporkan proposal penguasaan Tepi Barat diajukan oleh para pejabat radikal sayap kanan Israel, yakni Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Kehakiman Yariv Levin, dan Menteri Pertahanan Israel Katz.

"Kita melanjutkan revolusi pemukiman untuk mengendalikan semua tanah kita," kata Smotrich.

Sementara itu, lembaga pengawas pemukiman Israel, Peace Now mengatakan, langkah tersebut dapat menyebabkan pengusiran warga Palestina dari hingga setengah wilayah Tepi Barat.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menolak aneksasi Tepi Barat oleh Israel, tetapi pemerintahannya tidak berupaya untuk mengekang percepatan pembangunan pemukiman Israel.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut