Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Chatib Basri Sebut Ekonomi RI 2026 Tak Sama dengan Era Krisis 98, Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Pakar Sebut Eropa Menderita Krisis Kepemimpinan, Semua Makin Terungkap lewat Konflik Ukraina

Minggu, 24 Juli 2022 - 05:00:00 WIB
Pakar Sebut Eropa Menderita Krisis Kepemimpinan, Semua Makin Terungkap lewat Konflik Ukraina
Benua Eropa (ilustrasi). (Foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Fazi, krisis kepemimpinan di Eropa itu menjadi semakin jelas terlihat dengan pecahnya konflik di Ukraina. Para pemimpin Eropa membuat serangkaian keputusan ekonomi bunuh diri—yang kerap mereka gembar-gemborkan sebagai sanksi terahadap Moskow. Keputusan itu nyatanya hanya menjerumuskan jutaan orang ke dalam kemiskinan dan kehancuran untuk industri Eropa.

Sejarawan Eropa asal Serbia, Srdja Trifkovic, menarik kesamaan situasi geopolitik saat ini dengan Krisis Rudal Kuba 1962. Namun, situasi sedikit berubah semasa Perang Dingin, ketika Prancis dipimpin para presiden seperti Charles de Gaulle, Georges Pompidou, Giscard d'Estaing, dan Francois Mitterrand. Begitu pula tatkala Jerman dipimpin Kanselir Jerman Willy Brandt dan Helmut Schmidt.

“Hari ini tidak ada (politisi) yang sekaliber mereka. Kita (Eropa) malah memiliki karakter kartun seperti Annalena Baerbock yang setengah buta huruf di pucuk pimpinan Kementerian Luar Negeri Jerman, dan; Liz Truss yang memiliki tantangan geografi di Kementerian Luar Negeri Inggris. Sungguh tragis,” kata Trifkovic yang juga editor internasional di majalah Chronicles itu.

Namun, kedua ahli di atas memiliki pandangan yang berbeda tentang bagaimana krisis politik di Eropa saat ini akan terjadi. Fazi memprediksi gelombang populis-demokratis di Barat, dengan mengatakan bahwa para pemimpin Eropa harus waspada terhadapnya atau keadaan bisa berubah menjadi lebih buruk. Trifkovic, pada bagiannya, melukiskan gambaran yang lebih suram tentang Eropa yang menurun dengan cepat, menolak gagasan pemberontakan rakyat sebagai hal yang tidak mungkin.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut