Pakar Sebut Eropa Menderita Krisis Kepemimpinan, Semua Makin Terungkap lewat Konflik Ukraina
MOSKOW, iNews.id – Eropa dinilai sedang menderita krisis kepemimpinan karena para penguasanya tak mampu melihat kenyataan dan tidak memiliki martabat seperti halnya para pemimpin mereka di masa lalu. Kondisi itu semakin terungkap saat mereka menyikapi konflik di Ukraina, kata para ahli kepada kantor berita Sputnik, baru-baru ini.
Pada Kamis (21/7/2022), Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengundurkan diri dari jabatannya setelah seorang anggota koalisi yang berkuasa, Gerakan Bintang Lima, menolak untuk mengambil bagian dalam mosi percaya pada pemerintah.
Sementara itu, PM Inggris Boris Johnson ditekan oleh para rekannya di Partai Konservatif—termasuk anggota kabinetnya sendiri—agar menyerahkan kepemimpinan partai dan meletakkan jabatan perdana menteri. Tekanan itu timbul karena berbagai skandal yang mendera Johnson pada bulan-bulan terakhir pemerintahannya.
Pada saat yang sama, pemimpin kekuatan besar Eropa lainnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron, gagal mengamankan kursi mayoritas di DPR Prancis. Partai National Rally dan koalisi sayap kiri NUPES justru memperoleh keuntungan dalam pemilu legislatif, Juni lalu.
Peristiwa tersebut telah merusak agenda Macron. Sebab, sang presiden kini tidak dapat dengan mudah untuk meloloskan RUU melalui legislatif dan harus bisa bekerja sama dengan kelompok oposisi yang tidak kooperatif.