Operasional Starlink di Indonesia: Pertahanan Vs Investasi Digital
Muhamad Syauqillah
Ketua Prodi Kajian Terorisme SKSG UI,
Wakil Ketua Lakpesdam PBNU
RENCANA operasional satelit komunikasi low earth orbit (LEO) milik Elon Musk, Starlink, untuk melayani langsung konsumen dalam negeri teradang kebijakan kewajiban kerja sama dengan penyedia layanan lokal. Di lain sisi, Indonesia baru saja mengudarakan satelit Satria yang digadang-gadang dapat melayani jaringan internet hingga ke pelosok negeri.
Dua fakta penting di atas patut untuk dicermati, bagaimana melihat pengelolaan layanan jaringan internet di Indonesia. Di satu sisi, diskursus nilai investasi di dalam negeri berkenaan dengan peristiwa tersebut tentunya diharapkan berimbas positif pada ekonomi digital. Namun di sisi lain, terdapat fakta bahwa perlu penyeimbangan berbagai kepentingan bersamaan dengan harapan atas manfaat ekonomi. Ada kepentingan pertahanan dan keamanan, serta kepentingan kolaborasi antarpenyedia jasa internet dalam dan luar negeri yang tidak boleh dikalahkan. Lalu bagaimana menjaga titik keseimbangan tersebut?
Daulat kelola dan keamanan
Layanan Internet Milik Elon Musk Starlink Segera Masuk Indonesia, Uji Coba di IKN Mei 2024
Hadirnya satelit LEO-Starlink pada satu bagian, diakui membuka peluang ekonomi yang makin tersebar hingga pelosok negeri. Kualitas jaringan yang semakin baik dihadirkan satelit memungkinkan masyarakat berkomunikasi antarsesamanya di jarak yang bahkan terjauh pun dapat dipenuhi secara berkualitas. Apalagi layanan ini dibarengi dengan janji biaya murah.