Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Boneka Garda Revolusi Iran, Tak Berani Muncul ke Publik
Sementara Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sebelumnya untuk pertama kalinya angkat bicara sejak ditunjuk memimpin Republik Islam Iran di tengah perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Dia menegaskan, Iran dapat menggunakan penutupan Strait of Hormuz sebagai alat tekanan dan memastikan serangan terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk akan terus berlanjut.
Pernyataan tersebut disampaikan Mojtaba melalui televisi pemerintah Iran, Kamis (12/3/2026). Pesan Khamenei dibacakan oleh seorang penyiar berita. Dia sendiri tidak tampil di layar.
Khamenei dalam pesannya bersumpah akan membalas dendam setiap korban jiwa dalam perang tersebut, termasuk mereka yang tewas akibat serangan terhadap sebuah sekolah. Dia menegaskan, Iran akan menuntut kompensasi dari musuhnya, yang merujuk pada Amerika Serikat.
"Jika mereka menolak, kami akan mengambil dari aset mereka atau menghancurkannya dalam jumlah yang sama," kata Khamenei, dilansir dari AP.
Editor: Maria Christina