Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Boneka Garda Revolusi Iran, Tak Berani Muncul ke Publik
Netanyahu mengatakan, Israel terus menghantam struktur keamanan Iran, termasuk pasukan Garda Revolusi dan milisi Basij yang berperan menjaga kekuasaan rezim di dalam negeri. Meski demikian, Netanyahu mengakui pada akhirnya perubahan rezim di Iran hanya dapat terjadi dari dalam.
"Saya tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menjatuhkan rezim tersebut," katanya.
Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Ajak Seluruh Negara Kutuk AS-Israel
Netanyahu juga menegaskan, Iran kini telah mengalami pelemahan besar akibat serangan Israel dan Amerika Serikat.
“Iran sekarang bukan lagi Iran yang sama. Negara itu tidak lagi menjadi ancaman seperti sebelumnya," ujarnya.
Menurut Netanyahu, operasi militer yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat bertujuan menghancurkan program senjata nuklir dan rudal balistik Iran. Dia mengeklaim Israel telah menargetkan fasilitas nuklir Iran dan menewaskan seorang ilmuwan nuklir penting dalam serangan tersebut.
"Tujuan kami jelas, mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik yang dapat mengancam Israel, Amerika Serikat, dan dunia," kata Netanyahu.
Dia menambahkan, perang dengan Iran justru membuka peluang bagi Israel untuk membangun aliansi baru di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, sejumlah negara kini bekerja sama dengan Israel untuk menghadapi Iran, sebagian secara terbuka dan sebagian lagi secara diam-diam.
Netanyahu bahkan menyebut timnya sedang menjalin kemitraan baru dengan sejumlah negara kawasan yang hingga beberapa pekan lalu dianggap mustahil terjadi.
"Israel kini lebih kuat dari sebelumnya," kata Netanyahu.