Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pidato Perdana Netanyahu sejak Perang: Iran Bukan Lagi Iran yang Sama setelah Serangan Israel
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Boneka Garda Revolusi Iran, Tak Berani Muncul ke Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:49:00 WIB
Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Boneka Garda Revolusi Iran, Tak Berani Muncul ke Publik
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyebut pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei hanya boneka dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Iran. (Screenshot)
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu mengatakan, Israel terus menghantam struktur keamanan Iran, termasuk pasukan Garda Revolusi dan milisi Basij yang berperan menjaga kekuasaan rezim di dalam negeri. Meski demikian, Netanyahu mengakui pada akhirnya perubahan rezim di Iran hanya dapat terjadi dari dalam.

"Saya tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menjatuhkan rezim tersebut," katanya.

Netanyahu juga menegaskan, Iran kini telah mengalami pelemahan besar akibat serangan Israel dan Amerika Serikat.

“Iran sekarang bukan lagi Iran yang sama. Negara itu tidak lagi menjadi ancaman seperti sebelumnya," ujarnya.

Menurut Netanyahu, operasi militer yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat bertujuan menghancurkan program senjata nuklir dan rudal balistik Iran. Dia mengeklaim Israel telah menargetkan fasilitas nuklir Iran dan menewaskan seorang ilmuwan nuklir penting dalam serangan tersebut.

"Tujuan kami jelas, mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik yang dapat mengancam Israel, Amerika Serikat, dan dunia," kata Netanyahu.

Dia menambahkan, perang dengan Iran justru membuka peluang bagi Israel untuk membangun aliansi baru di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, sejumlah negara kini bekerja sama dengan Israel untuk menghadapi Iran, sebagian secara terbuka dan sebagian lagi secara diam-diam.

Netanyahu bahkan menyebut timnya sedang menjalin kemitraan baru dengan sejumlah negara kawasan yang hingga beberapa pekan lalu dianggap mustahil terjadi.

"Israel kini lebih kuat dari sebelumnya," kata Netanyahu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut