Negara yang Lebaran Pertama dan Terakhir, Lengkap dengan Penjelasannya
Pusat Astronomi Internasional yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan, hilal tidak mungkin terlihat di belahan dunia timur. Hal senada juga sangat mungkin terjadi di seluruh dunia Arab dan Islam menggunakan semua cara pengamatan, termasuk mata telanjang, teleskop, hingga teknologi fotografi astronomi tercanggih sekalipun.
Dalam penentuan Idul Fitri ada beberapa metode yang digunakan, di antaranya hisab dan rukyatul hilal. Metode hisab merujuk pada penentuan posisi bulan yang sudah di atas ufuk, sementara rukyatul hilal menentukan posisi bulan sampai benar-benar terlihat, baik menggunakan mata telanjang maupun alat bantu.
Di sinilah letak perbedaan dalam penentuan 1 Syawal. Bisa jadi bulan sudah di atas ufuk, bahkan di atas 3 derajat, namun tidak juga terlihat karena banyak faktor, seperti kondisi cuaca buruk atau gejala alam seperti gerhana.
Artikel ini mengacu pada metode hisab dalam menentukan negara mana yang berlebaran Idul Fitri 1446 H pertama hingga terakhir.

Berdasarkan data Pusat Astronomi Internasional berikut beberapa kategori wilayah berdasarkan kemungkinan penampakan hilal: