NATO: Rusia Terus Siapkan Serangan Skala Penuh ke Ukraina
Moskow merebut Semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014. Perisiwa itu telah memicu konflik separatis di wilayah timur Ukraina seperti Donetsk dan Luhansk selama delapan tahun terakhir. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 14.000 orang sampai hari ini.
Pada Senin (21/2/2022), Putin mengakui Donetsk dan Luhansk sebagai negara merdeka. Dia pun memerintahkan tentara Rusia untuk meluncurkan “operasi penjaga perdamaian” ke dua wilayah tersebut.
“Saya menganggap perlu untuk membuat keputusan yang seharusnya sudah dibuat sejak lama, (yaitu) untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk,” kata Putin seperti dikutip Reuters.
Pengakuan Putin itu menuai kecaman dari Barat. Eropa dan AS pun siap untuk menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Sekutu NATO yang dipelopori oleh AS telah mengirim ribuan pasukan tambahan untuk memperkuat sayap timur mereka saat ketegangan meningkat dengan Rusia.
Stoltenberg mengatakan, NATO menempatkan pasukan tanggapnya pada kesiapan yang lebih tinggi beberapa minggu lalu. Pakta pertahanan itu juga memiliki 100 jet tempur dan 120 kapal di laut yang sudah berada dalam posisi siaga tinggi.
Editor: Ahmad Islamy Jamil