MOSKOW, iNews.id – Rusia memperoleh hak untuk membangun pangkalan militer di dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina, Donetsk dan Luhansk. Hak tersebut didapat Moskow di bawah perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin dengan para pemimpin separatis di kedua wilayah itu.
Putin pada Senin (21/2/2022) secara resmi mengakui Donetsk dan Luhansk sebagai negara meredeka. Dia pun menentang peringatan Barat yang menyebut langkah semacam itu ilegal dan dapat menggagalkan negosiasi perdamaian antara Moskow dan Kiev.
Trump Janji Rebut Uranium Iran Meski Teheran Tak Sudi Menyerahkannya
Di bawah perjanjian persahabatan dengan Donetsk dan Luhansk, Rusia kini memiliki hak untuk membangun pangkalan di dua wilayah itu. Sementara, di atas kertas, Donetsk dan Luhanks juga dapat melakukan hal yang sama di Rusia. Perjanjian itu telah diajukan Putin untuk segera diratifikasi oleh Parlemen Rusia.
“Para pihak berkomitmen untuk saling membela dan menandatangani perjanjian terpisah tentang kerja sama militer dan pengakuan perbatasan masing-masing,” demikian bunyi di antara isi perjanjian tersebut, seperti dilansir Reuters, hari ini.
Sejumlah Tank Memasuki Donetsk usai Vladimir Putin Akui Kemerdekaan
Masalah perbatasan dalam perjanjian itu menjadi penting karena kelompok separatis Donetsk dan Luhansk masing-masing mengklaim wilayah yang notabene masih berada di bawah kendali Ukraina.