Mengenal Pemerintahan Persatuan Nasional Malaysia yang Dibentuk Anwar Ibrahim
Anwar menegaskan akan terus menjunjung tinggi status Melayu sebagai bahasa resmi, Islam sebagai agama resmi, keistimewaan bagi etnis Melayu dan Bumiputera, serta jabatan para raja sebagaimana tercantum dalam Konstitusi Federal.
“Padahal usia Malaysia sudah lebih dari 6 dekade. Setiap warga Malaysia, terlepas dari (latar belakang) etnis, keyakinan agama, atau wilayah, khususnya di Sabah dan Sarawak, harus merasa bahwa mereka tidak diabaikan dengan cara apa pun. Tidak boleh ada yang terpinggirkan di bawah pemerintahan saya,” tuturnya.
Dia melanjutkan, fokus pemerintahannya adalah ekonomi dan akan melakukan berbagai upaya pun untuk membangkitkan kembali perekonomian.
Pemerintahan persatuan nasional, terdiri atas partai-partai dari kubu politik yang berseberangan, merupakan wujud pembagian kekuasaan dalam memerintah bersama. Ini merupakan pembagian kekuasaan yang unik, terbentuk saat tidak ada satu koalisi maupun partai yang memperoleh kursi mayoritas di parlemen sebagai syarat untuk membentuk pemerintahan.
Pakar tata negara Malaysia Shamrahayu Ab Aziz mengatakan, pemerintah persatuan nasional merupakan pilihan utama sebagai solusi dari kebuntuan politik pasca-pemilu.