Mantan Perwira Militer AS Membelot ke Iran, FBI Gelar Sayembara Rp3,5 Miliar
Sementara itu kasus Witt pertama kali mencuat pada 2019 setelah Departemen Kehakiman AS menuduh Iran merekrutnya untuk menjalankan misi pengumpulan informasi intelijen rahasia.
Asisten Jaksa Agung AS saat itu, John Demers, mengatakan Witt juga diminta membantu mengidentifikasi seorang perwira intelijen AS yang dinilai dapat membahayakan operasi Iran.
Jaksa penuntut menuduh Witt berkonspirasi dengan sejumlah warga Iran sejak Januari 2012 hingga Mei 2015. Dalam periode tersebut, dia diduga menyerahkan dokumen dan informasi pertahanan nasional AS yang dapat digunakan untuk merugikan kepentingan Amerika sekaligus menguntungkan Iran.
Berdasarkan dokumen dakwaan, pemerintah Iran disebut memberikan berbagai fasilitas kepada Witt untuk mendukung aktivitasnya. Fasilitas itu meliputi tempat tinggal hingga perangkat komputer yang digunakan dalam menjalankan tugas-tugas intelijen.
Editor: Anton Suhartono