Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Brent Sentuh 82,84 Dolar AS per Barel
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Perwira Militer AS Membelot ke Iran, FBI Gelar Sayembara Rp3,5 Miliar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:11:00 WIB
Mantan Perwira Militer AS Membelot ke Iran, FBI Gelar Sayembara Rp3,5 Miliar
FBI menawarkan hadiah 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar bagi siapa saja yang bisa memberi informasi keberadaan Monica Witt (Foto: FBI)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) menawarkan hadiah sebesar 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Monica Witt, mantan personel Angkatan Udara (AU) AS yang membelot ke Iran. FBI meyakini Witt masih aktif mendukung aktivitas militer Teheran hingga saat ini.

Witt merupakan mantan perwira kontra-intelijen di Kantor Investigasi Khusus AU AS. Dia pernah ditugaskan di Timur Tengah pada 2003 hingga 2008 dan memiliki akses terhadap berbagai informasi sensitif terkait operasi intelijen AS.

Menurut FBI, Witt membelot ke Iran pada 2013 dan kini masih menjadi buronan otoritas AS.

Dalam pernyataannya, FBI menegaskan kasus Witt kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan terkait aktivitas Iran di kawasan Timur Tengah.

“FBI tidak akan lupa dan yakin, pada masa kritis dalam sejarah Iran ini, ada seseorang yang mengetahui sesuatu tentang keberadaannya,” ujar pejabat kontra-intelijen FBI Daniel Wierzbicki, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (16/5/2026).

Sementara itu kasus Witt pertama kali mencuat pada 2019 setelah Departemen Kehakiman AS menuduh Iran merekrutnya untuk menjalankan misi pengumpulan informasi intelijen rahasia.

Asisten Jaksa Agung AS saat itu, John Demers, mengatakan Witt juga diminta membantu mengidentifikasi seorang perwira intelijen AS yang dinilai dapat membahayakan operasi Iran.

Jaksa penuntut menuduh Witt berkonspirasi dengan sejumlah warga Iran sejak Januari 2012 hingga Mei 2015. Dalam periode tersebut, dia diduga menyerahkan dokumen dan informasi pertahanan nasional AS yang dapat digunakan untuk merugikan kepentingan Amerika sekaligus menguntungkan Iran.

Berdasarkan dokumen dakwaan, pemerintah Iran disebut memberikan berbagai fasilitas kepada Witt untuk mendukung aktivitasnya. Fasilitas itu meliputi tempat tinggal hingga perangkat komputer yang digunakan dalam menjalankan tugas-tugas intelijen.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut