Mahathir Mohamad: Trump Tak Paham Dunia, Ketinggalan 100 Tahun
“Anda harus mempertimbangkan hak-hak orang. Ini bukan cara mengelola negara yang benar," ujarnya.
Di masa lalu, lanjut Mahathir, AS dengan gagahnya berbicara tentang hak asasi manusia (HAM), pembangunan, dan hal serupa lainnya. Banyak orang, termasuk dirinya, menganggap AS merupakan negara hebat. Pasalnya, di masa lalu AS berada di bawah penjajahan Inggris, namun bisa bangkit menjadi negara merdeka, bahkan menjadi kekuatan terbesar dunia.
"Jadi, kita ingin belajar dari mereka. Tapi sekarang, kita melihat Amerika Serikat yang baru. Saya kira dia (Trump) tidak memahami dunia. Dia ketinggalan 100 tahun lalu," kata Mahathir.
Lebih lanjut dia mengatakan kehadiran armada militer AS di Laut China Selatan menunjukkan ketidakstabilan negara itu seraya mendesak untuk menarik diri.
Dia yakin AS tak akan suka jika kapal-kapal perag China dikerahkan ke Laut Karibia, apalagi sampai melakukan latihan militer bersama sekutu-sekutunya di sana.
"Ini bukan Amerika, ini Laut China Selatan, ini Asia. AS adalah kekuatan dunia, tapi Anda harus menggunakan kekuatan itu dengan bijaksana, bukan untuk memprovokasi konflik antarnegara," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono