Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Hubungan Retak! Pemerintahan Donald Trump Diam-Diam Dekati Oposisi Israel, Singkirkan Netanyahu?

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:10:00 WIB
Hubungan Retak! Pemerintahan Donald Trump Diam-Diam Dekati Oposisi Israel, Singkirkan Netanyahu?
Hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan berada di titik nadir. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id – Hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan berada di titik nadir. Gedung Putih bahkan dikabarkan mulai menjalin kontak informal dengan tokoh-tokoh oposisi Israel, sebuah langkah yang memicu spekulasi kuat adanya upaya untuk mendepak Netanyahu pada pemilu mendatang.

Keretakan hubungan ini disinyalir meruncing akibat manuver AS yang tengah berupaya merajut kesepakatan damai dengan Iran. Israel dinilai menjadi batu sandungan utama karena terus melancarkan gempuran militer ke Lebanon. Padahal, penghentian perang di Lebanon merupakan salah satu poin krusial dalam nota kesepahaman (MoU) damai antara AS dan Iran.

Stasiun televisi Israel, Channel 12, melaporkan bahwa para pejabat di pemerintahan Trump meyakini reformasi kepemimpinan di Israel mutlak diperlukan. Kondisi ini mendorong Washington membuka komunikasi dengan dua pemimpin oposisi utama, yaitu Naftali Bennett (Kepala Partai Together) dan Gadi Eisenkot (Pemimpin Partai Yashar).

“Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan tentang kelompok garis keras di pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan rakyat baru sebelum pemilu,” demikian laporan Channel 12, dikutip Selasa (23/6/2026).

Pihak oposisi Israel sendiri menyambut baik momentum ini dengan memperkuat hubungan ke Washington dalam beberapa bulan terakhir demi mencapai kesepahaman politik yang baru. Langkah AS ini dinilai memanfaatkan krisis kepercayaan publik yang sedang melanda kabinet Netanyahu saat ini.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut