Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Lebih Berbahaya dan Mematikan, Virus Nipah Intai Manusia Usai Pandemi Covid-19

Rabu, 27 Januari 2021 - 09:02:00 WIB
Lebih Berbahaya dan Mematikan, Virus Nipah Intai Manusia Usai Pandemi Covid-19
Seperti virus corona, Nipah juga berasal dari kelelawar (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Menghindari kelelawar mungkin cara sederhana untuk terlepas dari potensi paparan. Namun seiring bertambahnya populasi, manusia mengubah kondisi dengan menghancurkan habitat satwa liar. 

Semakin banyak kawasan yang dirambah, potensi kontak dengan hewan liar yang membawa virus juga tinggi.

"Penyebaran patogen (zoonosis) ini dan risiko penularan dipercepat denga perubahan penggunaan lahan seperti penggundulan hutan, urbanisasi, dan intensifikasi pertanian," kata Rebekah J White dan Orly Razgour, dalam ulasan University of Exeter 2020 tentang penyakit zoonosis.

Disebutkan 40 persen populasi dunia tinggal di kawasan Asia dan Pasifik dan urbanisasi yang pesat masih berlangsung. 

Berdasarkan data Bank Dunia, hampir 200 juta orang pindah ke daerah perkotaan di Asia Timur antara tahun 2000 dan 2010.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut