Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Lebih Berbahaya dan Mematikan, Virus Nipah Intai Manusia Usai Pandemi Covid-19

Rabu, 27 Januari 2021 - 09:02:00 WIB
Lebih Berbahaya dan Mematikan, Virus Nipah Intai Manusia Usai Pandemi Covid-19
Seperti virus corona, Nipah juga berasal dari kelelawar (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Tentu saja ilmuwan fokus pada patogen yang berisiko besar mengancam kesehatan manusia, memiliki potensi epidemi, dan belum ada vaksinnya. Virus Nipah masuk dalam 10 besar daftar itu dengan sejumlah wabah sudah terjadi di Asia.

Ada beberapa alasan mengapa virus Nipah menyeramkan. Masa inkubasi penyakit yang ditimbulkan sangat lama, dalam satu kasus bisa mencapai 45 hari. Ini berarti ada banyak kesempatan bagi orang yang terpapar untuk menularkan ke yang lain. Bahkan mereka tidak sadar sedang terinfeksi.

Selain itu virus ini juga bisa menginfeksi berbagai macam hewan membuat kemungkinan penyebarannya semakin besar. Penularan bisa melalui kontak langsung atau dari makanan yang terkontaminasi.

Orang yang terinfeksi virus Nipah bisa mengalami gejala pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, dan ensefalitis atau pembengkakan otak yang dapat menyebabkan kejang dan kematian. 

Ini merupakan penyakit yang sedang dicegah oleh WHO agar tidak menyebar sebagaimana corona.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut