Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Motif Anak Kedua Racuni 3 Orang Sekeluarga hingga Tewas di Jakut: Merasa Dianaktirikan
Advertisement . Scroll to see content

Kotoran Tikus Sebabkan Siswa dari 17 Sekolah Dirawat, 56 di Antaranya Kritis

Rabu, 03 Maret 2021 - 21:33:00 WIB
Kotoran Tikus Sebabkan Siswa dari 17 Sekolah Dirawat, 56 di Antaranya Kritis
Puluhan siswa di Rusia kritis setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi kotoran tikus (Foto: 2gis)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Keracunan massal kotoran tikus menyebabkan puluhan anak di Rusia sakit, sebanyak 56 di antaranya kritis. Makanan yang mereka konsumsi di kantin sekolah terpapar kotoran tikus.

Menurut pejabat kesehatan setempat, siswa dari 17 sekolah di Krasnoyarsk, Rusia, keracunan setelah memakan sayuran yang terkena tinja atau kencing hewan pengerat itu.

Lembaga pengawas kesehatan Rusia Rospotrebnadzor menyatakan, anak-anak berusia 7 hingga 14 tahun terinfeksi yersiniosis setelah memakan salad di kantin sekolah.

Laporan di Krasnoyarsk mengungkap, 91 siswa tertular dan puluhan lainnya dalam kondisi serius di rumah sakit. Para korban menderita demam tinggi, luka, bengkak, muntah, dan diare.

Dokter ahli infeksi Ilya Akinfiev khawatir makanan sekolah terkontaminasi dengan kotoran atau urine hewan pengerat.

“Ini terjadi jika urine mengenai talenan atau permukaan meja tempat makanan disiapkan," ujarnya, dikutip dari The Sun, Rabu (3/3/2021).

Efek penyakit dirasakan oleh korban 2 pekan setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Seorang siswa, Nikita (9), mengeluhkan perut sakit serta tidak bisa makan dan berjalan. Orangtua siswa, Kristina Shultseva, menyalahkan sekolah atas insiden ini.

"Sekolah tidak mencuci sayuran dengan benar sehingga infeksi menyebar," katanya.

Para siswa yang terinfeksi berasal dari sekolah yang menggunakan pemasok makanan yang sama.

Kantor kejaksaan negara bagian telah membuka penyelidikan atas kasus keracunan tersebut.

"Larangan sementara diberlakukan pada pemasok makanan," kata juru bicara Rospotrebnadzor, Natalya Krasnopeeva.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut