Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi sebelumnya mengeklaim, Iran berhasil memasukkan semua sikap kunci dan tuntutan penting ke dalam draf MoU. Menurut dia, capaian tersebut merupakan bukti keberhasilan Iran baik di meja diplomasi maupun di medan konflik.
“Musuh yang melancarkan serangan gagal mencapai semua tujuan jahatnya, dan Republik Islam meraih kemenangan besar dalam perang,” kata Gharibabadi.
Dia menambahkan, naskah lengkap MoU akan dipublikasikan setelah penandatanganan resmi. Para pejabat Iran juga akan menjelaskan berbagai dimensi serta pencapaian yang diperoleh melalui perjanjian tersebut kepada publik melalui media massa.
Gharibabadi menjelaskan, sejumlah ketentuan dalam kesepakatan mulai diterapkan lebih awal. Salah satunya adalah pencabutan blokade maritim AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang mulai berlaku pada Minggu malam waktu AS.
Menurut Gharibabadi, MoU tersebut bukan sekadar hasil perundingan diplomatik, melainkan juga buah dari pencapaian militer Iran selama konflik berlangsung.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai. Dia mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari implementasi perjanjian damai tersebut.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump melalui akun Truth Social.
Editor: Anton Suhartono