Keren! Habis-habisan Digempur Israel, Sistem Pertahanan Iran Tak Bergantung Negara Lain
Dihantam tapi Cepat Pulih
Perang udara selama 12 hari di bulan Juni lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem pertahanan udara Iran. Saat itu, angkatan udara Israel berhasil mendominasi udara dan memberikan serangan telak ke sejumlah instalasi strategis.
Meski begitu, Iran tetap mampu membalas dengan serangan rudal jarak jauh dan drone ke wilayah Israel, menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kekuatan tempur yang tangguh bahkan di bawah tekanan.
Bavar-373 Jadi Andalan Lokal
Iran diketahui mengandalkan Bavar-373, sistem pertahanan udara jarak jauh buatan dalam negeri yang dikembangkan sebagai alternatif dari sistem S-300 buatan Rusia. Dalam beberapa pekan terakhir, tidak ada laporan mengenai impor baru sistem pertahanan dari luar negeri, memperkuat klaim kemandirian militer Iran.
Meski begitu, Iran tetap mengoperasikan sejumlah sistem pertahanan asing seperti S-300, namun dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas dalam negeri.
Kesiapan Menghadapi Serangan Selanjutnya
Langkah cepat dalam mengganti dan memulihkan sistem pertahanan udara secara mandiri ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Iran siap menghadapi serangan lanjutan jika eskalasi kembali terjadi di kawasan.
Dengan kekuatan industri militer domestik yang terus berkembang, Iran kini memperlihatkan bahwa kemandirian pertahanan bukan hanya slogan politik, tapi kenyataan di lapangan.
Editor: Anton Suhartono