Kenapa Gaza Tak Bisa Dikuasai Israel? Ini Analisis Pakar dan Pejabat Negara Barat
Kemuian pada Agustus 2005 Israel menarik seluruh pasukan dan warga Yahudi dari Gaza dan mengisolasi wilayah itu dengan mendirikan tembok dan pagar pembatas.
Sejak Gaza diblokade pada 2007, Hamas dan beberapa kelompok pergerakan lainnya, seperti Jihad Islam, terus melawan Israel. Di sinilah terlihat perbedaan antara Hamas dan Fatah. Hamas memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan mengagkat senjata untuk mencegah Israel merebut tanah walau sejengkal, sementara Fatah lebih mengutamakan diplomasi.
Bentuk perjuangan Hamas itu ternyata didukung oleh sebagian besar warga Gaza. Bahkan warga dengan sukarela bergabung dengan sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam, untuk memperjuangkan kemerdekaan dan melawan penindasan penjajah Israel.
Tak heran jika Hamas kelamaan, tak sekadar dipandang sebagai gerakan atau organisasi, melainkan ide, gagasan, atau sistem. Inilah yang menjadi landasan bagi para pakar negara Barat, bahkan para petinggi militer Israel bahwa Hamas tak akan bisa dikalahkan atau dilenyapkan.
Mantan pejabat Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) Ralph Goff mengatakan, serangan Israel ke Gaza selama 10 bulan mampu melemahkan Hamas, tapi tak menghancurkannya.