Jumlah Korban Meninggal akibat Demam Berdarah di Singapura Samai Covid-19
Wabah demam berdarah tahun ini adalah yang terburuk dalam sejarah Singapura, di mana ada 31.338 kasus yang dilaporkan dalam 41 pekan pertama, melampaui angka tertinggi sebelumnya pada 2013, yakni 22.170 orang.
Singapura masih berada di pertengahan musim puncak demam berdarah tahunan, yang biasanya berlangsung antara Mei dan Oktober.
Cuaca lebih hangat membuat reproduksi nyamuk Aedes aegypti lebih cepat yang menyebarkan virus dengue, meningkatkan kemungkinan penularan demam berdarah.
Menteri Negara untuk Keberlanjutan dan Lingkungan Desmond Tan mengatakan, untuk menghindari lonjakan kedua infeksi sebelum akhir tahun ini, kasus-kasus harus diturunkan lebih dari setengahnya.
Di sisi lain Singapura masih menghadapi pandemi Covid-19. Data hingga Rabu menunjukkan ada penambahan harian lima kasus baru sehingga totalnya menjadi 57.889 kasus. Sebanyak 28 di antaranya meninggal dunia.
Singapura dipuji karena dianggap berhasil menekan kasus kematian. Meski kasus infeksi tinggi, namun jumlah kematiannya sangat rendah.
Editor: Anton Suhartono