Israel Setop Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Palestina: Pemerasan!
GAZA, iNews.id - Israel menutup semua akses masuk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sejak Minggu (2/3/2025), beberapa jam setelah gencatan senjata tahap pertama berakhir. Padahal denyut nadi masyarakat Gaza sangat bergantung dari bantuan yang masuk.
Israel dan Hamas belum menyepakati gencatan senjata tahap kedua. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin memperpanjang gencatan senjata tahap pertama yang bisa diperbarui setiap pekan. Netanyahu enggan masuk ke gencatan senjata tahap kedua yang mengarah pada penghentian perang secara permanen.
Hamas menilai perpanjangan gencatan senjata tahap pertama yang diusulkan Israel hanya akal-akalan untuk melanjutkan perang kembali setelah semua sandera mereka dibebaskan. Saat ini masih ada 58 sandera Israel tersisa di Gaza, sebagian besar telah tewas.
Pemerintah Otoritas Palestina memperingatkan larangan masuk bagi bantuan ke Gaza akan memicu bencana kemanusiaan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina menyerukan kepada komunitas internasional untuk menekan Israel guna memastikan aliran bantuan yang berkelanjutan ke Gaza, terlebih selama bulan Ramadhan.
Sikap Israel tersebut dinilai sebagai bentuk politisasi bantuan dan memanfaatkaanya sebagai alat pemerasan agar para pejuang mengikuti keinginan negara Yahudi tersebut.