Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhan Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Mojtaba saat Iran Gelar Pemakaman Ali Khamenei
Advertisement . Scroll to see content

Israel Ingin Isolasi Betlehem, Usir Warga Kristen Palestina dan Rebut Tanahnya

Rabu, 21 Agustus 2024 - 07:12:00 WIB
Israel Ingin Isolasi Betlehem, Usir Warga Kristen Palestina dan Rebut Tanahnya
Israel Bezalel Smotrich mengumumkan rencana untuk membangun permukiman baru untuk Yahudi di Betlehem, menggusur tanah warga Kristen Palestina (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Peace Now, permukiman baru di Nahal Heletz akan menciptakan area terisolasi jauh di dalam wilayah Palestina. Kondisi itu hampir pasti akan meningkatkan ketegangan antara pemukim Yahudi ilegal dengan warga Palestina, termasuk dengan pemeluk Kristen.

“Israel menghancurkan salah satu benteng Kristen terakhir di Tepi Barat, tempat saya memilih untuk tinggal sambil meneliti keberadaan Palestina di Holy Land. Ini adalah sejarah kuno yang luar biasa. Tempat lahirnya agama Kristen dan orang-orang di sini adalah keturunan orang Kristen sejak masa Yesus Kristus. Mengapa tidak ada yang melaporkan hal ini?” kata sejarawan William Dalrymple, dikutip dari Anadolu.

Dalrymple melanjutkan, pemukim Israel mencoba merebut wilayah itu, namun mendapat perlawanan dari warga Palestina.

"Ini adalah salah satu desa Kristen terakhir di wilayah tersebut," ujarnya.

Data yang dirilis otoritas kependudukan Pemerintah Otoritas Palestina, populasi Kristen di Palestina menurun dari kisaran 70.000 pada 1922, menjadi sekitar 47.000 pada 2017.

Keluarga Kisiyye, penduduk Lembah Al Mahrur dekat Situs Warisan Dunia UNESCO Nahal Heletz, berjuang melawan aktivitas penjajahan Israel sejak lama. Pada 2019, otoritas Israel menghancurkan rumah dan bisnis keluarga tersebut di Lembah Al Mahrur. Kemudian pada Juli lalu, warga Israel datang dan membuat bangunan gubuk di tanah keluarga tersebut. Hal ini meningkatkan ancaman perampasan tanah di daerah sekitarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut