Asosiasi Bantuan Katolik Prancis, yang kerap membantu para tunawisma dan warga berpenghasilan rendah di negara, mengatakan jumlah permintaan bantuan kepada lembaga tersebut meningkat sebesar 10 persen pada 2022. Organisasi nonpemerintah itu pun menyerukan kepada pemerintah untuk melakukan reformasi struktural di Prancis. Menurut mereka, kebijakan sosial Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak akan mengurangi tingkat kemiskinan di negara tersebut.
Timor Leste Resmi Gabung ASEAN, Xanana: Selamatkan Jutaan Penduduk dari Kemiskinan
Meningkatnya angka kemiskinan di Prancis juga dibarengi dengan semakin besarnya kesenjangan sosial di sana. Separuh penduduk terkaya di Prancis kini menjadi semakin kaya, sebuah tren yang teramati di antara 20 persen penduduk terkaya di negeri Eropa itu.
Lalu bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Tingkat kemiskinan di negara kita ternyata lebih rendah dari Prancis, yaitu hanya sebesar 9,36 persen per Maret 2023. Menurut data Kementerian Keuangan, angka tersebut turun dibandingkan dengan September 2022 yang jumlahnya 9,57 persen.
10 Negara Termiskin di Asia, Dua di Antaranya Asia Tenggara
Tentu saja, standar kemiskinan di Prancis tidak sama dengan di Indonesia. Jika di Prancis warga berpenghasilan di bawah Rp19 juta sudah disebut miskin, di negara kita orang baru dikatakan miskin jika pengeluaran per kapitanya kurang dari Rp535.547 per bulan, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Dengan kata lain, untuk satu keluarga kecil yang terdiri atas suami, istri, dan dua anak, baru akan dikatakan miskin di Indonesia jika pendapatan total mereka berada di bawah Rp2,14 juta per bulan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil