PARIS, iNews.id – Jumlah orang Prancis dengan pendapatan di bawah standar minimum di negara itu mencapai 14,5 persen pada 2021. Hal itu terungkap lewat sebuah studi yang dilakukan Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional Prancis (Insee).
Hasil riset tersebut dipublikasikan pada Selasa (14/11/2023). Menurut studi tersebut, ada sekitar 8,5 juta orang Prancis yang menerima pendapatan kurang dari 1.158 euro (Rp19,5 juta) per bulan pada 2020.
AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro atas Penembakan 2 Pesawat
Namun, pada tahun berikutnya, jumlah warga yang masuk dalam kategori tersebut meningkat sebanyak 552.000 orang. Akibatnya, total penduduk Prancis yang hidup dalam kemiskinan setelah pandemi Covid-19 pun naik menjadi 9,1 juta orang.
Insee menyebutkan, hilangnya pendapatan dan naiknya angka pengangguran menjadi penyebab utama meningkatnya kemiskinan di Prancis.
Sri Mulyani Optimistis Tingkat Kemiskinan Ekstrem 0 Persen di 2024
Sementara laporan surat kabar Le Monde, yang mengutip anggota Parlemen Prancis Arthur Delaporte, mengatakan bahwa jumlah penduduk miskin di negeri Napoleon itu berisiko meningkat lebih lanjut pada 2022 dan 2023 karena inflasi. Untuk diketahui, inflasi ekonomi di Prancis mencapai puncaknya sebesar 6 persen pada awal tahun ini.