Biaya akhir mencapai dua kali lipat dari proyeksi awal sebesar 50 juta dolar AS atau Rp720 miliar saat itu. Lesseps akhirnya mengubah strategi, dan menggunakan kapal keruk bertenaga uap dan batu bara untuk menggali kanal.
6. Terusan Suez dalam krisis perang
Pada 1956, Terusan Suez menjadi pusat perang singkat antara Mesir dan pasukan gabungan Inggris, Prancis, dan Israel. Konflik itu berawal dari pendudukan militer Inggris di zona kanal, yang terus berlanjut bahkan setelah Mesir memperoleh kemerdekaan pada 1922. Ketegangan akhirnya memuncak pada Juli 1956, ketika Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Terusan Suez.
7. Sebanyak 15 kapal kandas selama 8 tahun
Pemerintah Mesir sempat memblokir pintu masuk Terusan Suez, setelah Perang Enam Hari 1967 dengan Israel. Terdapat 15 kapal yang terdampar di dalam kanal selama 8 tahun. Selama kandas, awak kapal membentuk komunitas terapung, menyelenggarakan acara olahraga hingga sosial bahkan menciptakan sistem perdagangan sendiri.
Laman Maritime Professional melansir, ke-15 kapal yang terdampar akhirnya diizinkan meninggalkan kanal pada 1975. Saat itu, hanya dua kapal yang masih layak untuk melakukan pelayaran dengan kekuatan yang tertahan selama 8 tahun.

8. Jadi lokasi awal rencana pembangunan Patung Liberty
Saat Terusan Suez hampir selesai dibangun pada 1869, pematung Prancis Frederic Auguste Bartholdi berusaha meyakinkan Lesseps dan Pemerintah Mesir agar diizinkan membangun patung bertajuk “Mesir Membawa Cahaya ke Asia” di pintu masuk Terusan Suez di Mediterania.
Terinspirasi oleh patung Colossus of Rhodes, Bartholdi membayangkan patung perempuan setinggi 27 meter mengenakan jubah petani Mesir dan memegang obor api besar. Proyek itu tidak pernah terwujud, sehingga Bartholdi akhirnya membuat patung itu di Pelabuhan New York, dan pada 1886 diresmikan sebagai Patung Liberty.
Editor: Ahmad Islamy Jamil