4. Ditentang Inggris
Pembangunan Terusan Suez yang awalnya diusulkan Lesseps mendapat dukungan dari Kaisar Prancis, Napoleon III. Hal itu membuat banyak negarawan Inggris menganggap pembangunannya hanyalah skema politik untuk merusak dominasi pelayaran global Inggris.
Kerajaan Inggris terus mengkritik proyek Terusan Suez selama pembangunannya. Akan tetapi, Inggris kemudian malah membeli 44 persen saham proyek itu setelah Pemerintah Mesir yang kekurangan dana terpaksa melelang sahamnya.
5. Pembangunan melibatkan 1,5 juta pekerja
The New York Times melansir, butuh 10 tahun dan 1,5 juta pekerja untuk membangun Terusan Suez. Dari jumlah itu, menurut Otoritas Terusan Suez, sebanyak 20.000 petani miskin lokal direkrut setiap 10 bulan dengan ancaman kekerasan serta upah kecil.
Puluhan ribu petani menggunakan beliung dan sekop untuk menggali bagian awal Terusan Suez. Banyak pekerja meninggal dunia karena kolera dan penyakit lainnya kala itu.

Proses pengerjaannya sangat lambat, dan proyek itu menemui hambatan setelah penguasa Mesir Ismail Pasha tiba-tiba melarang penggunaan kerja paksa pada 1863. Kisruh politik di Mesir dengan Inggris dan Prancis juga memperlambat proyek.