Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Advertisement . Scroll to see content

Elite Militer Israel Pecah, Kritik Kebrutalan Perang Netanyahu di Gaza

Jumat, 25 Juli 2025 - 11:42:00 WIB
Elite Militer Israel Pecah, Kritik Kebrutalan Perang Netanyahu di Gaza
Perang di Gaza tak hanya mengoyak kehidupan jutaan warga Palestina, tetapi juga mulai menimbulkan keretakan di tubuh elite militer dan keamanan Israel (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Istilah "bendera hitam" merujuk pada doktrin dalam militer Israel yang menyatakan bahwa perintah ilegal wajib ditolak oleh prajurit, bahkan jika datang dari atasan tertinggi.

Kritik atas Proyek Kamp Pengungsian

Salah satu sorotan utama Yaalon adalah rencana pembangunan “kota kemanusiaan” di Rafah oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Proyek ini akan merelokasi hingga 600.000 warga Palestina dalam tenda-tenda, di bawah pengawasan keamanan ketat, sebelum diarahkan keluar Gaza.

“Membuat penduduk kelaparan demi memaksa mereka pindah adalah kegagalan moral total,” katanya.

Yaalon menyebut langkah-langkah tersebut sebagai upaya sistematis pengusiran paksa yang disamarkan dalam istilah kemanusiaan, namun pada hakikatnya melanggar hukum perang.

Kemarahan atas Pembiaran Nasib Sandera

Tak hanya soal warga Palestina, Yaalon juga menyoroti sikap pemerintahan Netanyahu terhadap para sandera Israel yang masih ditahan di Gaza. Ia menuding pemerintah sengaja mengabaikan upaya penyelamatan sandera demi mempertahankan momentum politik perang.

“Membiarkan para sandera terlantar demi kepentingan politik adalah kejahatan moral yang tak termaafkan,” ujarnya.

Pernyataan Yaalon menuai reaksi keras dari kalangan sayap kanan Israel yang menyebutnya "pengkhianat" dan "melemahkan semangat tempur di masa perang". Namun, di kalangan masyarakat sipil dan sejumlah tokoh oposisi, Yaalon justru dianggap sebagai suara nurani yang langka di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut