Elite Militer Israel Pecah, Kritik Kebrutalan Perang Netanyahu di Gaza
Istilah "bendera hitam" merujuk pada doktrin dalam militer Israel yang menyatakan bahwa perintah ilegal wajib ditolak oleh prajurit, bahkan jika datang dari atasan tertinggi.
Kritik atas Proyek Kamp Pengungsian
Salah satu sorotan utama Yaalon adalah rencana pembangunan “kota kemanusiaan” di Rafah oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Proyek ini akan merelokasi hingga 600.000 warga Palestina dalam tenda-tenda, di bawah pengawasan keamanan ketat, sebelum diarahkan keluar Gaza.
“Membuat penduduk kelaparan demi memaksa mereka pindah adalah kegagalan moral total,” katanya.
Yaalon menyebut langkah-langkah tersebut sebagai upaya sistematis pengusiran paksa yang disamarkan dalam istilah kemanusiaan, namun pada hakikatnya melanggar hukum perang.
Kemarahan atas Pembiaran Nasib Sandera
Tak hanya soal warga Palestina, Yaalon juga menyoroti sikap pemerintahan Netanyahu terhadap para sandera Israel yang masih ditahan di Gaza. Ia menuding pemerintah sengaja mengabaikan upaya penyelamatan sandera demi mempertahankan momentum politik perang.
“Membiarkan para sandera terlantar demi kepentingan politik adalah kejahatan moral yang tak termaafkan,” ujarnya.
Pernyataan Yaalon menuai reaksi keras dari kalangan sayap kanan Israel yang menyebutnya "pengkhianat" dan "melemahkan semangat tempur di masa perang". Namun, di kalangan masyarakat sipil dan sejumlah tokoh oposisi, Yaalon justru dianggap sebagai suara nurani yang langka di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.
Editor: Anton Suhartono