Elite Militer Israel Pecah, Kritik Kebrutalan Perang Netanyahu di Gaza
TEL AVIV, iNews.id – Perang di Gaza tak hanya mengoyak kehidupan jutaan warga Palestina, tetapi juga mulai menimbulkan keretakan di tubuh elite militer dan keamanan Israel sendiri. Kritik tajam datang dari Moshe Yaalon, mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang secara terbuka menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai serangkaian kejahatan perang.
Melalui pernyataan di platform media sosial X belum lama ini, Yaalon mengarahkan kritiknya kepada jajaran tertinggi keamanan Israel, termasuk Kepala Staf IDF Eyal Zamir, Direktur Mossad David Barnea, dan wakil kepala Shin Bet. Ia menilai para pejabat tersebut terlalu patuh pada perintah politik yang jelas-jelas melanggar hukum internasional.
“Mengevakuasi semua penduduk dari rumah mereka tanpa pandang bulu, menghancurkan rumah secara sistematis, dan memusatkan mereka dalam 'zona kemanusiaan' untuk mendorong deportasi sukarela, ini semua adalah kejahatan perang,” kata Yaalon tegas.
Retaknya Solidaritas Elite
Pernyataan Yaalon menjadi bukti bahwa tidak semua elite militer Israel sepakat dengan strategi brutal di Gaza. Dia menyindir para pimpinan keamanan saat ini yang dianggap kehilangan independensinya dalam menilai moralitas dan legalitas tindakan militer.
“Kalian dibesarkan untuk menghormati pemimpin politik, tapi bukan berarti harus tunduk pada perintah yang bertanda bendera hitam (ilegal secara moral dan hukum),” ujar Yaalon.